Sepiring
nasi goreng sudah amblas masuk kedalam perutku. Aku ini tipe orang yang haus
mata. Aku sering tidak tahan untuk membeli sesuatu yang menarik. Jika saja di
dompetku ada lebih banyak uang pasti aku sudah memesan lebih banyak snack.
Aku
terpaku melihat kembali foto jaman kuliah yang tersimpan di ponselku. Terkadang
aku memposting beberapa foto di akun instagram ku untuk sekedar mengenang
kebersamaanku dengan teman-teman kuliahku, atau teman-teman SMA ku. Ya pada
akhirnya semua perjumpaan akan berakhir dengan perpisahan. Aku sudah sangat
terbiasa dengan perpisahan. Bahkan dulu aku tidak mau berteman dengan siapapun
karena aku sudah bosan memperkenalkan diriku dengan orang-orang baru. Memilih
teman yang berkualitas dan semacamnya. Ayahku yang seorang pegawai BUMN tidak
pernah setia pada satu kota. Beliau selalu berpindah-pindah dari satu kota ke
kota lain nya. Tentu saja dengan membawa serta anak istrinya. Termasuk aku di
dalamnya.
Dean tengah asyik
dengan laptopnya. Ini bukan sesuatu yang menyebalkan. Mungkin sedikit
menyebalkan namun aku sudah terbiasa. Masih bagus aku membawa ponsel pintarku
untuk ikut larut dalam kesenangan pribadi. Suatu waktu aku pernah hanya terdiam
menemani Dean bergelut dengan laptopnya. Berselancar di dunia maya. Merasa
bosan dan tidak betah namun tidak enak untuk mengajak pulang terlebih dahulu.
Sepertinya aku bisa
merasakan apa yang dulu dirasakan Anda terhadapku. Aku adalah seseorang yang
kecanduan bermain di media sosial dulunya. Beberapa tahun lalu ketika aku
menjalin hubungan spesial dengan Anda. Satu tahun setelah Anda putus dengan
Frankie. Dan beberapa bulan sebelum aku menenggelamkan diriku dirumah Dean.
Semasa kuliah aku
sangat dekat dengan Anda. Hampir setiap hari aku menghabiskan waktu dengannya.
Aku lebih banyak mengenal mahasiswa di fakultasnya daripada di jurusanku
sendiri. Aku juga berkawan baik dengan teman-teman kuliahnya. Aku tidak pernah
berpikir bahwa hubungan aku dan kawan-kawan Anda hanya sebatas formalitas
karena aku dekat dengan Anda.
Semua hubungan yang
terasa canggung pada akhirnya harus diputuskan. Diputuskan untuk melangkah ke
hubungan yang lebih nyaman, baik itu berpacaran atau memutus hubungan
pertemanan. Sebuah pilihan yang menyesakkan. Namun untuk aku dan Anda sangat
menyenangkan. Akan sangat sakit ketika perasaanku hanya bertepuk sebelah
tangan. Lain ceritanya jika ternyata Anda menyukai pria lain. Dan aku bukanlah
tipe laki-laki yang bisa dekat dengan beberapa wanita sekaligus.
Begitulah aku dan Anda
yang merasa nyaman dengan pribadi masing-masing. Kami akhirnya menjalin
hubungan yang lebih serius. Ini hal baru bagiku untuk memiliki hubungan spesial
dengan seseorang. Sebelumnya aku hanyalah sebuah sak tinju yang dijadikan
pelarian seseorang yang sudah memiliki pacar. Setidaknya aku bisa belajar
membina hubungan spesial dengan seseorang yang spesial.
10 hal tentang Anda
yang membuatnya spesial:
1 . Anda bisa merubah harimu yang buruk
menjadi asyik karena ia punya seribu satu ide untuk menghabiskan waktu bersama.
2 . Anda selalu siap sedia menemani ngobrol
lewat sms ketika kau sedang begadang mengerjakan tugas.
3 .Anda selalu mengingatkan untuk tidak
melawan orang tua atau keluargamu. Ia membuatmu menjadi seorang family-man.
4 . Anda punya bahasa yang unik saat
berkirim pesan melalui ponsel dan tidak segan-segan menegurmu jika pesan nya
belum dibalas namun kau sudah update di media sosial.
5 .Anda punya caranya tersendiri untuk
mendekatkan diri dengan keluargamu.
6 .Anda memiliki keluarga yang hebat yang
membuatmu betah untuk menghabiskan waktu dirumahnya.
7 .Anda bisa meledak-ledak suatu waktu dan
di waktu yang lain dia akan memasang wajah sendu yang membuat kau ingin
melindunginya.
8 .Anda bisa tenang dengan cepat setelah ia
marah-marah meski ia tidak akan pernah melupakan kesalahanmu.
9 .Anda secara rutin memeriksa ponselmu
dari kotak masuk, kotak keluar, daftar kontak, home facebook maupun timeline
twitter tanpa menanyakan apa-apa kepadamu sesudahnya.
10.Anda bisa membuatmu jatuh hati padanya
jika ia menginginkannya.
Mungkin terdengar
sedikit aneh ketika aku mengingat siapa saja orang yang pernah menjadi pacar
Anda. Namun kemudian tidak terdengar aneh lagi ketika aku sendiri yang
menjalaninya. Aku mengalami berbagai moment tak terlupakan dengan Anda. Mungkin
dia memang tipe orang yang spontan. Dia bisa tertawa, kemudian tiba-tiba marah,
kemudian tiba-tiba bersedih, kemudian tiba-tiba muncul di depan rumahmu dengan
keadaan basah kuyup. Satu hal yang sangat aku syukuri dari diriku. Aku bisa
bersabar. Namun manusia pun bisa hilang kesabaran kemudian melakukan kesalahan.
Seperti fase dalam
kehidupan setiap manusia yang terus berulang. Pertemuan dan perpisahan.
Begitulah aku mengakhiri hubungan spesial ku dengan Anda. Dan dunia setelah itu
hanyalah tempatku bersembunyi dari perasaan yang aneh namun tidak ingin
disalahkan. Saat itu umurku baru belasan, aku masih memiliki ego yang besar
untuk mengakui sebuah kesalahan. Yang justru saat ini aku sesali.
Aku menyesal bukan
karena mengakhiri hubungan dengannya. Aku menyesal karena aku terlalu dini
memulai sebuah hubungan serius dengan Anda. Jika saja aku lebih bersabar dan
tidak termakan oleh perasaan masa mudaku. Pasti saat ini aku tidak akan
menghabiskan malam yang dingin ini bersama Dean di sebuah caffe. Mungkin juga
aku tidak akan duduk terdiam memandangi kehidupanku yang tidak semenyenangkan
cerita teenlit.
Setelah hubungan ku
dengan Anda mulai meregang Dean adalah teman terbaik ku saat itu. Dean tidak
pernah tahu apa yang terjadi dengan aku dan Anda. Aku jarang membicarakan
hubungan asmara ku dengan Anda pada Dean. Aku merasa masih canggung untuk
menceritakan kisahku blak-blakan pada Dean.
Suatu hari Dean pernah
menanyakan sejarah ku jadian dengan Anda. Waktu itu ia main kerumahku dengan
membawa sebotol besar softdrink dan martabak. Ia minta dibuatkan tugas kuliah.
Hari itu adalah seminggu pasca aku dan Anda jadian. Sebenarnya aku juga sanksi
akan tujuannya main kerumahku. Pasalnya tugas kuliahnya tidak begitu susah,
namun ia terus menanyakan ini itu kepadaku.
Aku masih belum
terbiasa bertukar cerita dengan Dean waktu itu. Jadilah aku malu-malu
menjawabnya. Aku bercerita tidak begitu detail tentang bagaimana aku bisa
menjalin hubungan yang spesial dengan Anda. Walau Dean tampak tidak begitu puas
dengan jawabanku tapi menurut Dean, aku dan Anda sangat serasi bersama. Ia juga
bilang bahwa hal ini bisa ditebaknya. Ya dia bisa menebak bahwa aku dan Anda
akhirnya akan pacaran. Entah karena feeling nya kuat atau itu hanya aksi sok
tahu nya saja.
Dari Dean aku kembali
ke Dean. Jika awal pacaran dengan Anda aku masih sangat tertutup pada Dean, lain
halnya ketika hubungan spesialku itu berakhir. Dean memberikan dukungan penuh
atas apapun keputusan ku saat itu. Sebenarnya Dean menyuruhku untuk lebih
memikirkan keputusan ku lagi, namun aku sudah menyerah. Menyerah pada amarahku
yang sepertinya tidak bisa mereda jika bertemu dengan Anda. Menyerah pada
keegoisanku yang rela membuang jauh-jauh cinta dan persahabatan demi kemarahan
sesaat.
Setelah hubunganku dan
Anda benar-benar berakhir aku pun benar-benar menghindar dari Anda. Sesuatu
yang tidak pernah ku akui. Hal yang membuatku seperti orang jahat dalam drama
ini. Namun sebenarnya aku memiliki alasan kuat untuk melakukan itu. Aku sudah berikrar
pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan menjilat kembali air ludahku sendiri.
Sekali hubugan itu berakhir maka pantang bagiku untuk kembali ke pelukan Anda
lagi.
Bisa disimpulkan bahwa,
jika saat itu aku tidak menghindari Anda sudah pasti aku akan menjilat ludahku
sendiri. Ya seperti yang hampir saja ku lakukan akhir-akhir ini. Jika saja
status Anda bukanlah milik orang lain.
Pada saat itu, aku
berpikir putus adalah hal sakral yang merupakan jurus terakhir yang harus
diambil. Jika sebuah hubungan sampai pada taraf putus hal itu berarti ada
sesuatu hal yang tidak bisa diselesaikan oleh kedua belah pihak. Dan jika sudah
ada kata putus maka aku tidak mengenal ada kata balikan. Karena apa? Pasti
suatu saat akan putus lagi jika menemui masalah yang sama. Karena jika masalah
itu dapat diatasi pasti tidak akan pernah ada kata putus diantara kami.
Pemikiran itulah yang
membuatku terjebak saat ini. Terjebak pada perasaan yang masih ada namun karena
gengsi, perasaan itu harus aku tutupi rapat-rapat. Karena itu jugalah aku
memilih menghabiskan waktuku untuk selalu berkarya. Menyibukan diri dengan
jadwal foto dengan Dean, dan tenggelam dalam proses belajar Dean. Tujuannya
agar aku bisa melupakan Anda dengan cepat.
Aku yakin jika waktu
itu aku masih setia bertemu dengan Anda setiap hari. Atau sekedar berbalas
pesan dengannya. Pasti aku sudah kembali kedalam pelukannya. Karena Anda
memiliki sepuluh hal yang membuatnya spesial dimataku.
Dan sepuluh hal itu
tidak akan terhapus dengan cepat. Dan aku yakin Anda juga punya sepuluh hal
tentang diriku yang membuatnya tidak pernah bisa melupakanku:
1 .Aku adalah pria yang dibesarkan dengan
baik.
2 .Aku tidak pernah memeriksa ponselnya
dari kotak masuk, kotak keluar, panggilan keluar, panggilan masuk, daftar
kontak, hingga update an media sosial.
3 .Aku bisa diandalkan dalam hal menjemput
dan mengantarkan.
4 .Aku bisa memasak.
5 .Aku pintar menulis pesan yang kocak.
6 .Aku peredam api yang baik, terutama api
amarah yang dikirimkan Anda lewat SMS.
7 .Aku tidak pernah minta macam-macam
secara fisik padanya.
8 .Aku bukan tipe orang yang suka mengeluh,
apalagi masalah hubungan.
9 .Aku bisa membantunya membuat tugas
kuliahnya.
10.Aku suka membawakan makanan kesukaan
keluarganya saat berkunjung kerumahnya.
Aku sempat hanyut dalam
kehidupanku sendiri selama setahun lebih. Menolak semua ajakan yang bisa
mempertemukanku dengan Anda. Hingga suatu waktu aku memberanikan diriku. Karena
aku tidak bisa terus mengisolasi diriku.
No comments:
Post a Comment