Wednesday, 12 March 2014

Aku dan Anda

Sepiring nasi goreng sudah amblas masuk kedalam perutku. Aku ini tipe orang yang haus mata. Aku sering tidak tahan untuk membeli sesuatu yang menarik. Jika saja di dompetku ada lebih banyak uang pasti aku sudah memesan lebih banyak snack.
Aku terpaku melihat kembali foto jaman kuliah yang tersimpan di ponselku. Terkadang aku memposting beberapa foto di akun instagram ku untuk sekedar mengenang kebersamaanku dengan teman-teman kuliahku, atau teman-teman SMA ku. Ya pada akhirnya semua perjumpaan akan berakhir dengan perpisahan. Aku sudah sangat terbiasa dengan perpisahan. Bahkan dulu aku tidak mau berteman dengan siapapun karena aku sudah bosan memperkenalkan diriku dengan orang-orang baru. Memilih teman yang berkualitas dan semacamnya. Ayahku yang seorang pegawai BUMN tidak pernah setia pada satu kota. Beliau selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain nya. Tentu saja dengan membawa serta anak istrinya. Termasuk aku di dalamnya.
          Dean tengah asyik dengan laptopnya. Ini bukan sesuatu yang menyebalkan. Mungkin sedikit menyebalkan namun aku sudah terbiasa. Masih bagus aku membawa ponsel pintarku untuk ikut larut dalam kesenangan pribadi. Suatu waktu aku pernah hanya terdiam menemani Dean bergelut dengan laptopnya. Berselancar di dunia maya. Merasa bosan dan tidak betah namun tidak enak untuk mengajak pulang terlebih dahulu.
          Sepertinya aku bisa merasakan apa yang dulu dirasakan Anda terhadapku. Aku adalah seseorang yang kecanduan bermain di media sosial dulunya. Beberapa tahun lalu ketika aku menjalin hubungan spesial dengan Anda. Satu tahun setelah Anda putus dengan Frankie. Dan beberapa bulan sebelum aku menenggelamkan diriku dirumah Dean.
          Semasa kuliah aku sangat dekat dengan Anda. Hampir setiap hari aku menghabiskan waktu dengannya. Aku lebih banyak mengenal mahasiswa di fakultasnya daripada di jurusanku sendiri. Aku juga berkawan baik dengan teman-teman kuliahnya. Aku tidak pernah berpikir bahwa hubungan aku dan kawan-kawan Anda hanya sebatas formalitas karena aku dekat dengan Anda.
          Semua hubungan yang terasa canggung pada akhirnya harus diputuskan. Diputuskan untuk melangkah ke hubungan yang lebih nyaman, baik itu berpacaran atau memutus hubungan pertemanan. Sebuah pilihan yang menyesakkan. Namun untuk aku dan Anda sangat menyenangkan. Akan sangat sakit ketika perasaanku hanya bertepuk sebelah tangan. Lain ceritanya jika ternyata Anda menyukai pria lain. Dan aku bukanlah tipe laki-laki yang bisa dekat dengan beberapa wanita sekaligus.
          Begitulah aku dan Anda yang merasa nyaman dengan pribadi masing-masing. Kami akhirnya menjalin hubungan yang lebih serius. Ini hal baru bagiku untuk memiliki hubungan spesial dengan seseorang. Sebelumnya aku hanyalah sebuah sak tinju yang dijadikan pelarian seseorang yang sudah memiliki pacar. Setidaknya aku bisa belajar membina hubungan spesial dengan seseorang yang spesial.

10 hal tentang Anda yang membuatnya spesial:
1  . Anda bisa merubah harimu yang buruk menjadi asyik karena ia punya seribu satu ide untuk menghabiskan     waktu bersama.
2  . Anda selalu siap sedia menemani ngobrol lewat sms ketika kau sedang begadang mengerjakan tugas.
3  .Anda selalu mengingatkan untuk tidak melawan orang tua atau keluargamu. Ia membuatmu menjadi              seorang family-man.
4  . Anda punya bahasa yang unik saat berkirim pesan melalui ponsel dan tidak segan-segan menegurmu jika      pesan nya belum dibalas namun kau sudah update di media sosial.
5  .Anda punya caranya tersendiri untuk mendekatkan diri dengan keluargamu.
6  .Anda memiliki keluarga yang hebat yang membuatmu betah untuk menghabiskan waktu dirumahnya.
7  .Anda bisa meledak-ledak suatu waktu dan di waktu yang lain dia akan memasang wajah sendu yang            membuat kau ingin melindunginya.
8  .Anda bisa tenang dengan cepat setelah ia marah-marah meski ia tidak akan pernah melupakan                      kesalahanmu.
9  .Anda secara rutin memeriksa ponselmu dari kotak masuk, kotak keluar, daftar kontak, home facebook        maupun timeline twitter tanpa menanyakan apa-apa kepadamu sesudahnya.
10.Anda bisa membuatmu jatuh hati padanya jika ia menginginkannya.

           Mungkin terdengar sedikit aneh ketika aku mengingat siapa saja orang yang pernah menjadi pacar Anda. Namun kemudian tidak terdengar aneh lagi ketika aku sendiri yang menjalaninya. Aku mengalami berbagai moment tak terlupakan dengan Anda. Mungkin dia memang tipe orang yang spontan. Dia bisa tertawa, kemudian tiba-tiba marah, kemudian tiba-tiba bersedih, kemudian tiba-tiba muncul di depan rumahmu dengan keadaan basah kuyup. Satu hal yang sangat aku syukuri dari diriku. Aku bisa bersabar. Namun manusia pun bisa hilang kesabaran kemudian melakukan kesalahan.
            Seperti fase dalam kehidupan setiap manusia yang terus berulang. Pertemuan dan perpisahan. Begitulah aku mengakhiri hubungan spesial ku dengan Anda. Dan dunia setelah itu hanyalah tempatku bersembunyi dari perasaan yang aneh namun tidak ingin disalahkan. Saat itu umurku baru belasan, aku masih memiliki ego yang besar untuk mengakui sebuah kesalahan. Yang justru saat ini aku sesali.
            Aku menyesal bukan karena mengakhiri hubungan dengannya. Aku menyesal karena aku terlalu dini memulai sebuah hubungan serius dengan Anda. Jika saja aku lebih bersabar dan tidak termakan oleh perasaan masa mudaku. Pasti saat ini aku tidak akan menghabiskan malam yang dingin ini bersama Dean di sebuah caffe. Mungkin juga aku tidak akan duduk terdiam memandangi kehidupanku yang tidak semenyenangkan cerita teenlit.
            Setelah hubungan ku dengan Anda mulai meregang Dean adalah teman terbaik ku saat itu. Dean tidak pernah tahu apa yang terjadi dengan aku dan Anda. Aku jarang membicarakan hubungan asmara ku dengan Anda pada Dean. Aku merasa masih canggung untuk menceritakan kisahku blak-blakan pada Dean.
Suatu hari Dean pernah menanyakan sejarah ku jadian dengan Anda. Waktu itu ia main kerumahku dengan membawa sebotol besar softdrink dan martabak. Ia minta dibuatkan tugas kuliah. Hari itu adalah seminggu pasca aku dan Anda jadian. Sebenarnya aku juga sanksi akan tujuannya main kerumahku. Pasalnya tugas kuliahnya tidak begitu susah, namun ia terus menanyakan ini itu kepadaku.
             Aku masih belum terbiasa bertukar cerita dengan Dean waktu itu. Jadilah aku malu-malu menjawabnya. Aku bercerita tidak begitu detail tentang bagaimana aku bisa menjalin hubungan yang spesial dengan Anda. Walau Dean tampak tidak begitu puas dengan jawabanku tapi menurut Dean, aku dan Anda sangat serasi bersama. Ia juga bilang bahwa hal ini bisa ditebaknya. Ya dia bisa menebak bahwa aku dan Anda akhirnya akan pacaran. Entah karena feeling nya kuat atau itu hanya aksi sok tahu nya saja.
             Dari Dean aku kembali ke Dean. Jika awal pacaran dengan Anda aku masih sangat tertutup pada Dean, lain halnya ketika hubungan spesialku itu berakhir. Dean memberikan dukungan penuh atas apapun keputusan ku saat itu. Sebenarnya Dean menyuruhku untuk lebih memikirkan keputusan ku lagi, namun aku sudah menyerah. Menyerah pada amarahku yang sepertinya tidak bisa mereda jika bertemu dengan Anda. Menyerah pada keegoisanku yang rela membuang jauh-jauh cinta dan persahabatan demi kemarahan sesaat.
Setelah hubunganku dan Anda benar-benar berakhir aku pun benar-benar menghindar dari Anda. Sesuatu yang tidak pernah ku akui. Hal yang membuatku seperti orang jahat dalam drama ini. Namun sebenarnya aku memiliki alasan kuat untuk melakukan itu. Aku sudah berikrar pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan menjilat kembali air ludahku sendiri. Sekali hubugan itu berakhir maka pantang bagiku untuk kembali ke pelukan Anda lagi.
             Bisa disimpulkan bahwa, jika saat itu aku tidak menghindari Anda sudah pasti aku akan menjilat ludahku sendiri. Ya seperti yang hampir saja ku lakukan akhir-akhir ini. Jika saja status Anda bukanlah milik orang lain.
            Pada saat itu, aku berpikir putus adalah hal sakral yang merupakan jurus terakhir yang harus diambil. Jika sebuah hubungan sampai pada taraf putus hal itu berarti ada sesuatu hal yang tidak bisa diselesaikan oleh kedua belah pihak. Dan jika sudah ada kata putus maka aku tidak mengenal ada kata balikan. Karena apa? Pasti suatu saat akan putus lagi jika menemui masalah yang sama. Karena jika masalah itu dapat diatasi pasti tidak akan pernah ada kata putus diantara kami.
            Pemikiran itulah yang membuatku terjebak saat ini. Terjebak pada perasaan yang masih ada namun karena gengsi, perasaan itu harus aku tutupi rapat-rapat. Karena itu jugalah aku memilih menghabiskan waktuku untuk selalu berkarya. Menyibukan diri dengan jadwal foto dengan Dean, dan tenggelam dalam proses belajar Dean. Tujuannya agar aku bisa melupakan Anda dengan cepat.
             Aku yakin jika waktu itu aku masih setia bertemu dengan Anda setiap hari. Atau sekedar berbalas pesan dengannya. Pasti aku sudah kembali kedalam pelukannya. Karena Anda memiliki sepuluh hal yang membuatnya spesial dimataku.

Dan sepuluh hal itu tidak akan terhapus dengan cepat. Dan aku yakin Anda juga punya sepuluh hal tentang diriku yang membuatnya tidak pernah bisa melupakanku:
1  .Aku adalah pria yang dibesarkan dengan baik.
2  .Aku tidak pernah memeriksa ponselnya dari kotak masuk, kotak keluar, panggilan keluar, panggilan              masuk, daftar kontak, hingga update an media sosial.
3  .Aku bisa diandalkan dalam hal menjemput dan mengantarkan.
4  .Aku bisa memasak.
5  .Aku pintar menulis pesan yang kocak.
6  .Aku peredam api yang baik, terutama api amarah yang dikirimkan Anda lewat SMS.
7  .Aku tidak pernah minta macam-macam secara fisik padanya.
8  .Aku bukan tipe orang yang suka mengeluh, apalagi masalah hubungan.
9  .Aku bisa membantunya membuat tugas kuliahnya.
10.Aku suka membawakan makanan kesukaan keluarganya saat berkunjung kerumahnya.


          Aku sempat hanyut dalam kehidupanku sendiri selama setahun lebih. Menolak semua ajakan yang bisa mempertemukanku dengan Anda. Hingga suatu waktu aku memberanikan diriku. Karena aku tidak bisa terus mengisolasi diriku.

No comments:

Post a Comment